Kamis, 01 Desember 2011

Subnetting Dan Superneting

Subnetting 
Subnetting adalah teknik atau metode yang digunakan untuk memecah network  ID yang dimiliki oleh suatu IP
menjadi beberapa Subnetwork ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil.  
Masking adalah proses mengekstrak alamat suatu physical network dari suatu IP Address. Masking  ini berupa angka biner 32 bit yang digunakan untuk:
a.  Membedakan network ID dan host ID 
b.  Menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar. 
Masking yang digunakan untuk Subnetting disebut subnet mask.  
Cara membuat Subnetting:
1.  Tentukan berapa subnet yang akan dibuat atau dibutuhkan
2.  Cari subnet mask-nya
3.  Cari range alamat dari setiap subnet
Contoh: 
Misalnya kita akan membagi alokasi IP kelas B 132.92.121.1 menjadi jaringan kecil yaitu sebanyak 254.
Cara menentukan subnet mask-nya ialah: 
1.  Mengubah jumlah network yang dibutuhkan menjadi bilangan biner. Satu network kelas B dapat diubah
     menjadi 255 network kelas C. Angka 255 jika direprensetasikan dalam biner adalah 11111111. 
2.  Menghitung jumlah bit yang dibutuhkan untuk merepresentasikan angka 255 dalam biner dibutuhkan 8
     bit. Bit sebanyak inilah yang dibutuhkan oleh subnet ID. Jumlah bit host ID sekarang adalah jumlah bit host
     ID yang lama dikurangi oleh jumlah bit yang diperlukan oleh subnet ID. 
3.  Sehingga kita harus meng-set host ID baru diset nol semua sedangkan network ID di-set 1 semua utk
     menghasilkan subnet mask yang akan digunakan. 
132.92.121.1 kemudian di AND kan dengan subnet mask tsb 
132.92.121.1    = 10000100 01011100 10000111 00000001
255.255.255.0  = 11111111 11111111 11111111 00000000 AND 
                            10000100.01011100.10000111.00000000 
Dengan adanya subnet mask yang baru ini  maka IP address 132.92.121.1 dibaca sebagai: 
Network ID: 132.92.121
Host ID : 1

Supernetting 
Supernetting  adalah menggabungkan beberapa  network menjadi supernetwork. Hal ini biasanya dilakukan
oleh kelas C yang membutuhkan host yang lebih besar lagi. Masking untuk Supernetting dinamakan Supernet
mask. Untuk kelas C, ada beberapa aturan:
a.  Jumlah blok harus merupakan perpangkatan 2, misal 16 (24).
b.  Blok harus merupakan angka yang berkelanjutan atau berurut.
c.  Byte ke-3 dari alamat pertama harus habis dibagi jumlah blok. Misal, jika ada 4 blok, maka byte ke-3
harus kelipatannya yakni 4, 8, 12, 16,20, dst.
Contoh: 
1.  Diinginkan membuat Supernetwork dari 16 blok kelas C. Berapakah Supernet Mask-nya?
Penyelesaian:
16 blok, berarti 24. Maka bit 1 sebanyak 4 buah diganti dengan 0 dari  default mask-nya sebagai
berikut:
Default Mask: 255.255.255.0, biner: 11111111 11111111 11111111 00000000
 Default Mask yang telah dirubah:      11111111 11111111 11110000 00000000
Maka Supernet Mask-nya adalah 255.255.240.0

2.  Sebuah supernet memiliki alamat pertama 205.16.32.0 dan Supernet mask 255.255.248.0. Berapa blok
yang dalam supernet tersebut dan berapa range alamatnya?
Penyelesaian:
Supernet mask 255.255.248.0 = 11111111 11111111 11111000 00000000
Default mask 255.255.255.0   =  11111111 11111111 11111111 00000000
Maka: ada 23=8 blok dalam Supernet dan
Range-nya= 205.16.32.0 – 205.16.39.255

CIDR (Classless Interdomain Routing) 
Teknik CIDR merupakan suatu teknik mengurangi banyaknya  network address  pada table routing dengan
menggunakan mask  (subnet  atau  supernet  )  dan  network address  yang mewakili  dari tiap  anggota  network
address yang lainnya.
Contoh:
Berapakah alamat jaringannya jika diketahui salah satu alamatnya yaitu 167.199.170.82/27?
Penyelesaian:
/27 artinya ada 27 bit angka 1 dalam subnet masknya:  11111111 11111111 11111111 11100000,
sehingga bernila 255.255.255.224. Maka jumlah alamat jaringannya adalah 25 = 32, sedangkan yang valid
30 alamat karena alamat pertama dan terakhir tidak dipakai. 

VLSM (Variable Length Subnet Mask)
VLSM digunakan untuk menghemat IP Adrress yang digunakan agar sesuai dengan kebutuhan.
Contoh:
Kita membutuhkan 5 subnet dalam kelas C. Masing-masing subnet berisi 60, 60, 60, 30, 30.
Penyelesaian:
5 subnet maka cari perpangkatan 2 yang mendekati 5, yakni 22=4. Namun tidak cukup. Maka kita butuh
yang memenuhinya, yakni 23 = 8. Namun dengan 8 subnet, setiap subnet hanya akan memiliki 32 host. Maka
solusinya adalah VLSM dengan menggunakan 2 subnet mask sesuai kebutuhan. 
Caranya sebagai berikut:
22 = 4, maka dari default mask kelas C
255.255.255.0     = 11111111 11111111 11111111 00000000 menjadi
255.255.255.192 = 11111111 11111111 11111111 11000000

Dengan subnet mask 255.255.255.192 maka kita mendapat 26=64 host dengan 62 host yang valid (Alamat
pertama dan terakhir tidak dipakai) yang memenuhi 60 host. Kemudian kita butuh yang 30 host, maka:
255.255.255.192= 11111111 11111111 11111111 11000000 dipecah kembali menjadi
255.255.255.224= 11111111 11111111 11111111 11100000 
sehingga kita dapatkan 25 = 32 untuk 30  host.
 
Sumber :
fadhly.cs.upi.edu/files/.../Modul%203%20-%20Subnet-Supernet.pdf
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar